Standar ketebalan marka jalan adalah ukuran ketebalan lapisan material marka yang diterapkan pada permukaan jalan untuk memastikan visibilitas, daya rekat, dan ketahanan terhadap lalu lintas maupun cuaca. Ketebalan marka disesuaikan dengan jenis material, fungsi jalan, serta spesifikasi teknis yang mengacu pada regulasi dan dokumen pekerjaan konstruksi jalan.
Sebelum merencanakan perjalanan jauh, sangat penting untuk memeriksa estimasi biaya sewa transportasi agar anggaran Anda tetap efisien.
Mengapa Standar Ketebalan Marka Jalan Sangat Penting?

Marka jalan bukan hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga menjadi elemen keselamatan yang membantu pengendara memahami jalur, batas lajur, area berhenti, hingga fasilitas penyeberangan. Agar fungsi tersebut tetap optimal, marka harus memiliki ketebalan yang sesuai standar sehingga tidak cepat aus akibat gesekan ban kendaraan maupun perubahan cuaca.
Ketebalan marka yang terlalu tipis akan mempercepat hilangnya warna dan tingkat reflektifitas. Sebaliknya, marka yang terlalu tebal berpotensi mengalami retak atau pengelupasan apabila proses aplikasinya tidak sesuai spesifikasi.
Pada proyek jalan nasional, jalan provinsi, kawasan industri, pelabuhan, bandara, maupun area parkir, spesifikasi ketebalan marka biasanya telah ditentukan dalam dokumen teknis pekerjaan sehingga penyedia jasa wajib mengikuti standar tersebut.
Faktor yang Mempengaruhi Ketebalan Marka Jalan
Ketebalan marka dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis, antara lain:
- Jenis material marka.
- Volume lalu lintas kendaraan.
- Kondisi permukaan perkerasan.
- Metode aplikasi.
- Jenis jalan (perkotaan atau jalan nasional).
- Umur rencana marka.
Semakin tinggi beban lalu lintas, umumnya diperlukan material dengan ketahanan lebih baik agar umur marka lebih panjang.
Material Marka Jalan yang Umum Digunakan
Beberapa material yang banyak digunakan di Indonesia meliputi:
- Thermoplastic.
- Cold Plastic.
- Cat marka berbasis solvent.
- Cat marka berbasis air (water based).
- Epoxy marking.
Setiap material memiliki standar ketebalan yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan.
Standar Ketebalan Marka Jalan Berdasarkan Jenis Material

Ketebalan marka jalan harus disesuaikan dengan spesifikasi material yang digunakan. Dalam praktik konstruksi jalan di Indonesia, nilai ketebalan umumnya mengacu pada spesifikasi teknis pekerjaan dari instansi terkait, termasuk dokumen pengadaan pemerintah.
Perbandingan Standar Ketebalan Marka Jalan
| Jenis Material | Ketebalan Umum | Karakteristik | Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Thermoplastic | 2–3 mm | Sangat tahan aus dan reflektif | Jalan nasional, jalan provinsi, tol |
| Cold Plastic | 2–4 mm | Sangat awet, umur panjang | Persimpangan dan jalan dengan lalu lintas tinggi |
| Epoxy | 1–2 mm | Daya rekat tinggi | Area industri dan parkir |
| Cat Solvent | 0,6–1 mm | Ekonomis, mudah diaplikasikan | Jalan lingkungan dan kawasan perumahan |
| Water Based | 0,6–1 mm | Ramah lingkungan | Area dengan kebutuhan emisi rendah |
Marka Thermoplastic Menjadi Standar pada Banyak Proyek
Thermoplastic merupakan material yang paling banyak digunakan pada proyek konstruksi jalan karena memiliki daya tahan tinggi terhadap gesekan kendaraan, cuaca, dan sinar UV. Material ini juga memiliki kemampuan reflektif yang baik ketika dipadukan dengan glass bead sehingga marka tetap terlihat jelas pada malam hari.
Karena karakteristik tersebut, thermoplastic banyak diterapkan pada jalan nasional, jalan provinsi, jalan tol, kawasan industri, pelabuhan, hingga bandara.
Cold Plastic untuk Lalu Lintas Tinggi
Cold plastic umumnya dipilih pada lokasi dengan tingkat lalu lintas yang sangat tinggi atau area yang membutuhkan umur layanan lebih panjang. Meskipun biaya aplikasinya lebih tinggi dibanding thermoplastic, material ini memiliki ketahanan aus yang sangat baik sehingga biaya pemeliharaan dapat ditekan dalam jangka panjang.
Pada proses pengadaan pemerintah melalui INAPROC maupun e-Katalog, spesifikasi material marka jalan harus mengacu pada dokumen teknis pekerjaan dan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 beserta perubahan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021. Oleh karena itu, pemilihan ketebalan tidak hanya mempertimbangkan biaya, tetapi juga umur layanan, keselamatan pengguna jalan, dan kesesuaian terhadap spesifikasi proyek.
Seluruh produk dan jasa pengadaan dapat Anda akses secara transparan melalui katalog Inaproc Solusi Klik Nusantara.
Pertimbangan Penting dalam Menentukan Ketebalan Marka Jalan

Ketebalan marka jalan tidak hanya ditentukan oleh jenis material, tetapi juga harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan spesifikasi proyek. Penerapan ketebalan yang tepat membantu menjaga daya rekat, visibilitas, serta umur pakai marka jalan.
Beberapa faktor yang memengaruhi ketebalan marka antara lain:
- Kondisi permukaan jalan.
- Volume lalu lintas.
- Jenis kendaraan yang melintas.
- Metode aplikasi.
- Kualitas glass bead.
- Kondisi cuaca.
Ketebalan Harus Sesuai Spesifikasi
Marka yang terlalu tipis akan lebih cepat aus dan kehilangan daya reflektif. Sebaliknya, marka yang terlalu tebal berisiko retak atau mengelupas apabila proses aplikasinya tidak sesuai standar.
Oleh karena itu, kualitas marka jalan ditentukan oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu material yang sesuai, ketebalan yang tepat, proses aplikasi yang benar, serta penggunaan glass bead berkualitas.
Quality Control Setelah Aplikasi
Setelah pemasangan selesai, marka jalan perlu diperiksa untuk memastikan hasilnya sesuai spesifikasi. Pemeriksaan umumnya meliputi:
- Ketebalan marka.
- Lebar garis.
- Tingkat reflektifitas.
- Daya rekat.
- Kerataan permukaan.
Quality Control menjadi tahap penting agar marka jalan memenuhi standar mutu dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Pilih Material dan Ketebalan Marka Sesuai Spesifikasi Proyek
Memahami standar ketebalan marka jalan merupakan langkah penting dalam menghasilkan pekerjaan konstruksi yang berkualitas, aman, dan memiliki umur layanan yang panjang. Ketebalan yang tepat harus selalu disesuaikan dengan jenis material, kondisi lapangan, serta spesifikasi teknis proyek, bukan hanya berdasarkan pertimbangan biaya.
Bagi kontraktor, konsultan, maupun instansi pemerintah yang melaksanakan pekerjaan marka jalan melalui INAPROC atau e-Katalog, memilih material yang sesuai spesifikasi serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman akan membantu memastikan hasil pekerjaan memenuhi standar mutu, mengurangi biaya pemeliharaan, dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.
Solusi Klik Nusantara menyediakan berbagai kebutuhan fasilitas dan perlengkapan berkualitas untuk mendukung aktivitas operasional organisasi Anda. Temukan berbagai pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan melalui solusikliknusantara.co.id dan dapatkan solusi pengadaan yang praktis, efisien, serta terpercaya.
FAQ
Berapa standar ketebalan marka jalan thermoplastic?
Secara umum, marka jalan berbahan thermoplastic diaplikasikan dengan ketebalan sekitar 2–3 mm. Namun, nilai tersebut dapat berbeda tergantung spesifikasi proyek dan ketentuan dalam dokumen pekerjaan.
Mengapa ketebalan marka jalan harus sesuai standar?
Ketebalan yang sesuai membantu menjaga daya rekat, visibilitas, dan ketahanan marka terhadap lalu lintas maupun cuaca. Selain itu, kesesuaian spesifikasi juga menjadi bagian penting dalam proses serah terima pekerjaan konstruksi.
Material apa yang paling sering digunakan untuk marka jalan?
Thermoplastic menjadi material yang paling banyak digunakan karena memiliki ketahanan tinggi, cepat mengering, serta mampu mempertahankan reflektifitas lebih lama dibanding beberapa jenis cat marka konvensional.
Apakah semua proyek menggunakan ketebalan marka yang sama?
Tidak. Ketebalan marka disesuaikan dengan jenis material, fungsi jalan, volume lalu lintas, serta spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh pemilik pekerjaan atau instansi terkait.